Jakarta, mediarakyatdemokrasi.com- Himpunan empat Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Bung Karno (UBK) mengungkapkan rencana demonstrasi di depan Istana Negara, Jakarta Pusat pada Senin (14/6/2026).
BEM yang terlibat ialah Fakultas Ekonomi dan Bisnis,, Fakultas Teknik, Fakultas Hukum, dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik UBK.
Mereka mengusulkan ide besar Tata Ulang Indonesia dalam tuntutannya.
"Seruan aksi: #TataUlangIndonesia. Indonesia sedang tidak baik-baik saja! Ketika krisis sosio-ekonomi kian mencekik, reformasi hukum dikebiri, dan demokrasi terus berialan mundur, diam bukanlah pilihan," bunyi keterangan pengumuman di akun Instagram @bemfebubk dikutip Minggu (14/6/2026).
Turun ke jalan demi masa depan bangsa yang lebih adil
BEM UBK menetapkan kaus hitam dan jas almamater sebagai seragam pakaian dalam kegiatan aksi.
"Saatnya kita merapatkan barisan, menyatukan suara, dan turun ke jalan demi masa depan bangsa yang lebih adil. Kami memanggil seluruh elemen mahasiswa dari masyarakat untuk hadir pada aksi manifestasi perlawanan," tutur BEM FEB UBK.
Para mahasiswa mengawali unjuk rasa dengan berkumpul di area kampus mulai pukul 10.00 WIB.
"Panjang umur perjuangan! Mari kita suarakan kebenaran. Sampai jumpa di medan juang!" tutup BEM FEB UBK.
BEM UBK juga membuka donasi bagi yang ingin berkontribusi mendukung keberlangsungan aksi lewat transfer dana.
Isi 6 tuntutan demo mahasiswa Universitas Bung Karno
"Atas segala permasalahan yang terjadi, kami seluruh mahasiswa Universitas Bung Karno menyatakan muak dan kami menuntut," ungkap BEM FEB UBK.
Ada enam tuntutan dari para mahasiswa, isinya seputar desakan agar pemerintah bekerja lebih serius.
1. Mendesak Pemerintah untuk Menghentikan Sementara dan Melakukan Evaluasi Menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih
2. Mendesak Peninjauan Kembali Undang-Undang Kepolisian Republik Indonesia
3. Stop Militerisme, dan Tegakkan Supremasi Sipil
4. Mendesak Pemerintah Mengambil Langkah Strategis untuk Menjaga Stabilitas Nilai Tukar Rupiah dan Ketahanan Ekonomi Nasional
5. Berikan Hak Pendidikan yang Inklusif, Berkualitas, dan Terjangkau bagi Seluruh Rakyat Indonesia
6. Meninjau Kembali Kebijakan Kenaikan Harga Bahan Bakar Minyak yang Membebani Masyarakat.
(rd/komp)
Editor : Redaksi