..
Buntut Kasus Anaknya Rafael Alun, Jokowi Beri Tanggapan Serius Soal Pelayanan Publik

Buntut Kasus Anaknya Rafael Alun, Jokowi Beri Tanggapan Serius Soal Pelayanan Publik

Jakarta, mediarakyatdemokrasi.com- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegur Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam sidang kabinet setelah kasus pejabat pajak Rafael Alun Trisambodo.

Jokowi langsung menyinggung Sri Mulyani usai membuka sidang. Ia tak ingin ada program pembangunan yang gagal karena kasus beberapa waktu belakangan.

"Berkaitan dengan rencana kerja pemerintah tahun 2024, saya nanti minta langsung ke Menteri Keuangan untuk menjelaskan secara detail mengenai ini," kata Jokowi pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Kamis (2/3).

"Yang paling penting satu saja, untuk urusan ini jangan sampai ada pembangunan atau program yang tidak terselesaikan di 2024," imbuhnya.

Jokowi pun menyorot pelayanan publik yang buruk. Dia berkata hal itu tak hanya terjadi di otoritas pajak, tetapi juga di aparat penegak hukum. Ia pun menegur keras para bawahannya soal gaya hedonis pejabat.

Jokowi berkata perilaku itu melukai hati rakyat. "Dari komentar-komentar yang saya baca, baik di lapangan maupun di media sosial, karena peristiwa di pajak dan di bea cukai, saya tahu betul, mengikuti kekecewaan masyarakat terhadap aparat kita," ujarnya.

Jokowi memerintahkan para menteri untuk menertibkan gaya hidup pejabat. Menurutnya, aparatur negara harus melayani dengan baik dan hidup sederhana.

"Supaya ditekankan kepada kita, kepada bawahan kita, jangan pamer kekuasaan, jangan pamer kekayaan, apalagi sampai dipajang-pajang di IG, di media sosial," ucapnya.

Jokowi mengatakan instruksinya itu harus dilakukan di semua instansi. Dia mengatakan para pimpinan instansi harus bersih-bersih di lembaganya.

"Kemudian, di Polri maupun di Kejaksaan Agung dan aparat hukum lainnya. Benahi dulu di dalam, kemudian selesaikan dan bersihkan kementerian atau lembaga lainnya," ujar Jokowi.

Jokowi mengingatkan reformasi birokrasi harus terus dilakukan. Dia mengatakan pejabat yang memamerkan harta membuat rakyat kecewa.

"Pantas rakyat kecewa karena pelayanannya dianggap tidak baik, kemudian aparatnya perilakunya jemawa dan pamer kuasa, kemudian pamer kekuatan, pamer kekayaan, hedonis," ujarnya.

Sebelumnya, publik mengkritik gaya hidup mewah pejabat pajak Rafael Alun Trisambodo. Pegawai Kementerian Keuangan itu memiliki harta Rp56 miliar. (Mrd/CNN)

Sebelumnya PN Jakpus Kabulkan Gugatan Partai PRIMA Hingga Putuskan Penundaan Pemilu 2024, Yusril : Putusan Yang Keliru...
Selanjutnya Gugatan Partai Prima Dikabulkan Hingga PN Jakpus Putuskan Tunda Pemilu 2024, Megawati : Inkonstitusional...