Surabaya, mediarakyatdemokrasi.com- Sistem penataan parkir di Kota Surabaya khususnya pada parkir tepi jalan masih dianggap liar dan terkesan tanpa adanya pembinaan yang jelas dari Dinas Perhubungan (Dishub) kepada para juru parkir.
Hal itu seperti yang terjadi di area jalan Kombespol M Duriat tepat di usaha kuliner ceker pedas dengan merk dagang "Cocote Tonggo". Tampak Jukir yang mengaku memiliki ijin resmi dari Dishub Kota Surabaya terkesan bar-bar tanpa mempedulikan pengguna jalan yang melintas.
"Dia (Jukir) ini hendak mengeluarkan kendaraan yang terparkir, tapi ia tiba-tiba langsung ke tengah jalan tanpa memberikan aba-aba kepada pengguna jalan yang melintas, ini jelas membahayakan pengguna jalan bahkan dia sendiri." Ujar Achmad Garad pimpinan MRD yang kebetulan nyaris menjadi korban atas perilaku jukir tersebut. Selasa (13/1/2026).
Tak hanya itu, ia mengaku juga bahwa pihak Jukir sempat berteriak dengan kata kotor, sehingga sempat terjadi adu mulut. "Karena saya dengar dia mengeluarkan kata-kata kotor, saya berhenti untuk mempertanyakan legalitas ia selaku Juru Parkir resmi atau tidak, dan ia mengaku memiliki karcis, tapi tidak menunjukkan identitas lain yang menyatakan sebagai juru parkir resmi."
"Bahkan, ia sempat menantang dan terkesan akan melakukan pemukulan kepada saya, justru malah saya persilahkan, tapi ia tidak jadi, karena mengetahui kalau saya dari media." Ungkapnya yang mengaku berhasil mendokumentasikan peristiwa yang dialaminya tersebut.
Berkaca dari peristiwa tersebut, diduga kuat adanya pemain di Dinas Perhubungan Kota Surabaya. "Jukir sempat menunjukkan karcis parkir dan dia juga mengaku dari Dishub, ini menguatkan dugaan bahwa tidak adanya pembinaan yang jelas atau ada yang main secara sembunyi-sembunyi untuk mendapatkan keuntungan secara pribadi." Pungkasnya.
Atas peristiwa yang dialami, media ini akan segera melakukan konfirmasi ke Dinas Perhubungan Kota Surabaya, guna mendapatkan detail informasi terkait keberadaan dan perilaku juru parkir. (red)
Editor : Redaksi