Menolak Di Relokasi, Pedagang Pasar Gersikan Surabaya Akan Gelar Aksi Dan Ajukan Hearing Ke DPRD Surabaya

avatar Redaksi

Surabaya, mediarakyatdemokrasi.com- Para pedagang kaki lima pasar Gersikan Surabaya berencana akan melakukan aksi penolakan yang rencananya akan dilaksanakan pada pekan depan, dikarenakan akan direlokasi ke pasar Kapas Krampung atau di Jalan Kelapa.

Hal itu seperti yang telah disampaikan oleh Achmad Garad selaku juru bicara aksi.

"Insya Allah dan sesuai kesepakatan pedagang, kita akan melakukan aksi di dua tempat." Ujarnya kepada para awak media. Jum'at sore (17/4/2026).

Menurutnya, rencana aksi tersebut bukan tak mempunyai dasar, mengingat banyaknya keluhan dari para pedagang terkait penurunan ekonomi hingga dianggap dapat mematikan usaha mereka (pedagang) apabila relokasi tersebut di laksanakan.

"Yang pertama, para pedagang ini akan dipindah ke lantai dua Pasar Kapas Krampung, dimana mereka ini kan juga kebanyakan menjual barang yang sama dengan pedagang lama di lantai satu."

"Kedua, karena dilantai dua, biasanya pembeli ini terkadang jika akses keatas kurang memadai, mereka jelas gak mau belanja." Imbuhnya.

Berdasarkan hasil investigasinya, kebanyakan para pedagang yang disana (pasar Kapas Krampung) menurutnya banyak yang kabur karena kurang laku. "Ini berdasarkan informasi dari pedagang dan kita investigasi, ternyata ya betul seperti itu."

"Maka dari itu, harapan mereka (pedagang), sebaiknya pihak Pemkot Surabaya untuk melakukan evaluasi ulang, dan memberikan solusi yang jitu, karena jika ditotal ternyata hampir mencapai angka seratus, dan kebanyakan ber KTP Surabaya semua. Ini harus dipikirkan matang-matang dulu. Jangan sampai karena relokasi terkesan dipaksakan, sehingga menciptakan banyak pengangguran." Ungkapnya.

Atas hal itu, para pedagang berharap untuk bisa ketemu Walikota Surabaya dan juga akan mengirimkan surat hearing untuk rapat dengar pendapat dihadapan wakil rakyat.

"Insya Allah Minggu depan, surat pemberitahuan aksinya sudah kita luncurkan." Pungkasnya.

Diberitakan sebelumnya, Rencana penertiban pedagang kaki lima (PKL) di pasar Bronggalan Kelurahan Pacar Keling Kecamatan Tambak Sari Surabaya mendapatkan penolakan oleh pedagang yang mengaku belum bisa menerima relokasi ke Pasar Kapas Krampung Surabaya.

Udin selaku perwakilan pedagang mengatakan bahwa relokasi atau pemindahan yang direncanakan ke Pasar Kapas Krampung dinilai bakal mematikan mata pencaharian yang dilakoninya selama berpuluhan tahun tersebut.

"Kami bukan tidak mau mematuhi perintah pemerintah, tapi kenapa kok cuman tempat kami saja yang di relokasi, sedangkan masih banyak ditempat lain dan lokasi yang sama tidak dipindahkan." Ujarnya kepada media ini saat ditemui dilapaknya. Rabu sore (15/4/2026).

Bukan tak punya dasar, menurutnya jika direlokasi ke Pasar Kapas Krampung jelas akan mematikan usahanya yang selama berpuluh tahun dijalaninya.

"Pedagang yang disana saja sudah banyak yang gulung tikar, apalagi kami rencananya akan ditempatkan di lantai dua. Ini jelas mereka mematikan kami secara perlahan." Ungkapnya.

Tak hanya itu, kata dia juga setiap hari pedagang di wilayah tersebut dikenai retribusi untuk berjualan dilokasi tersebut. "Kami setiap hari dikenai retribusi, tidak tau masuknya kemana." Pungkasnya.

Diketahui, pedagang kaki lima pasar Gersikan Surabaya mendapatkan surat peringatan ke tiga dari Lurah Pacar Keling dan undangan dari Kecamatan Tambak Sari, yang bertujuan untuk mengosongkan lahan karena mereka (pedagang) dianggap telah berjualan diatas lahan pendestrian. 

Hingga berita ini ditayangkan, media ini akan melakukan upaya konfirmasi kepada pihak-pihak terkait atas perencanaan penertiban Pasar Gersikan tersebut.

(red/bersambung)

Berita Terbaru