..
Berharap Tercipta Suasana Kondusif! MRD Grup Akan Gelar Doa, Sholawat dan Santunan Pada Tanggal Kelahiran Rasulullah SAW
Achmad Garad (kanan) pimpinan MRD Grup dalam acara doa kebangsaan dan santunan beberapa waktu yang lalu

Berharap Tercipta Suasana Kondusif! MRD Grup Akan Gelar Doa, Sholawat dan Santunan Pada Tanggal Kelahiran Rasulullah SAW

Surabaya, mediarakyatdemokrasi.com- Melihat situasi dan kondisi Bangsa saat ini, dimana terjadi banyaknya kerusuhan dalam menyampaikan aspirasi masyarakat, Media Rakyat Demokrasi Grup (MRD Grup) bakal menggelar kembali doa, sholawat dan santunan.

"Insya Allah akan kita gelar tepat di hari Jum'at tanggal 5 September 2025, bertepatan dengan tanggal kelahiran Rasulullah SAW." Ujar Achmad Garad pimpinan MRD Grup. Minggu (31/08/2025).

Ia mengharap adanya partisipasi dari seluruh stakeholder, supaya kegiatan tersebut dapat terlaksana dengan baik dan lancar.

"Mohon bantuannya, dan semoga apa yang telah menjadi ikhtiar kita bersama ini mendapatkan ridho oleh Allah SWT." Harapnya.

Kegiatan ini menurutnya lanjutan dari agenda doa kebangsaan beberapa waktu lalu, yang telah memprediksi akan adanya ketegangan antara masyarakat dengan pemerintah, seperti yang disampaikan olehnya pada saat acara.

"Bangsanya diadu dengan Bangsanya sendiri, masyarakat diadu dengan masyarakatnya sendiri." Bunyi cuplikan vidio saat acara doa Kebangsaan dan santunan pada peringatan HUT RI Ke80 tahun lalu.

Kini, ia membuka dan mengajak kembali seluruh stakeholder untuk melancarkan dan mensukseskan apa yang telah menjadi harapan dan cita-citanya tersebut.

"Insya Allah, dengan doa dari Anak Yatim, akan menembus langit." Pungkasnya.

Sebagai tambahan informasi, gelaran acara tersebut telah membuka donasi yang dapat melalui transfer ke no rek BCA 3880606556 A/n Achmad Anugrah atau bisa menghubungi via WhatsApp di no 081333701175. (Yy)

Sebelumnya Beredar Seruan Aksi Demo Rakyat Indonesia Serentak Tanggal 1-5 September 2025, Benarkah Akan Terlaksana?
Selanjutnya Apa Itu ACAB Dan Angka 1312 Yang Seolah Jadi Simbol Para Demonstran Pasca Melakukan Pembakaran Gedung Polisi?