Surabaya, mediarakyatdemokrasi.com– Proyek pemasangan saluran air kotak atau box culvert yang digarap PT Berlian Karya Teknik sejatinya bertujuan mengurangi risiko banjir dan melengkapi prasarana wilayah. Namun di RT 2/RW 08, Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir, proyek ini justru memicu gelombang keluhan keras dari warga setempat.
Pekerjaan yang berlangsung sejak awal Juni 2026 ini dinilai kurang matang secara teknis dan mengabaikan dampak langsung bagi lingkungan pemukiman.

Warga menduga pemasangan struktur tersebut menutup jalur pembuangan air alami yang sudah ada, tanpa menyediakan saluran pengganti atau lubang pembuangan baru. Akibatnya, aliran air dari arah barat tersumbat sepenuhnya dan berpotensi menimbulkan genangan baru yang dapat merugikan rumah‑rumah di sekitar lokasi.

Minim Sosialisasi Sebelum Mulai Kerja
Kekecewaan makin terasa karena proyek strategis ini berjalan tanpa komunikasi awal. Menurut keterangan warga, tidak ada sosialisasi maupun koordinasi yang dilakukan mulai dari pengurus RT, RW, hingga pihak Kelurahan Wonokusumo sebelum alat berat dan material diturunkan ke lokasi.
“Sama sekali tidak ada sosialisasi dari pihak mana pun. RT, RW, maupun kelurahan atidak mengajak kami bicara lebih dulu. Padahal saluran air di sisi barat sekarang tersumbat total karena tertutup pekerjaan ini,” ungkap salah satu warga saat ditemui di lokasi.
Secara teknis, standar pekerjaan menuntut agar galian dikeringkan, dipadatkan, serta diberi lapis dasar beton agar bangunan tidak mudah amblas.

Namun di lapangan terlihat galian masih berair dan berlumpur pekat. Saat dikonfirmasi, Akbar selaku penanggung jawab pelaksana dari PT Berlian Karya Teknik memberikan jawaban yang mengundang pertanyaan:
“Memang pemasangan dilakukan tanpa lahan yang kering. Hal itu tidak tertulis dalam standar prosedur kami.”
Ditanya kapan akan dibuat saluran pembuangan sisi barat agar aliran kembali lancar, ia berjanji akan segera dikerjakan, namun bungkam ketika ditanya kapan pastinya.
Fasilitas Umum Ikut Terganggu
Ketidakhati‑hatian dalam pengerjaan juga merusak fasilitas lain. Warga terpaksa turun ke lokasi berlumpur untuk memeriksa kabel jaringan Telkom yang terputus dan sempat tertimbun akibat hantaman alat berat pelaksana.
Harapan dan Tuntutan Warga
Melalui peristiwa ini, warga RT 2 Wonokusumo meminta pihak Kelurahan Wonokusumo, Kecamatan Semampir, serta instansi terkait segera turun ke lapangan dan memediasi pertemuan antara warga dan PT Berlian Karya Teknik.
Mereka menuntut perbaikan desain saluran agar jalur pembuangan air pemukiman tidak mati, serta penegakan standar keselamatan kerja yang lebih profesional agar proyek ini benar‑benar membawa manfaat bagi masyarakat, bukan kerugian. (tik)
Editor : Redaksi